Saturday, 8 March 2014

Tentang Kematangan Steak

Berbicara soal steak, hal yang pertama kali terlintas di benak saya adalah bagaimana steak itu dimasak. Dalam hal menentukan rasa dan kualitas steak, selain kualitas daging itu sendiri tingkat kematangan dari steak juga konon dapat menentukan kualitas dan rasa steak. Merujuk situs culinaryart, tingkat kematangan terbaik adalah ketika steak dimasak sampai tingkat kematangan medium-rare. Hal ini dikarenakan semakin lama steak dimasak, semakin kering steak dan menjadi kurang juicy. 

Sunday, 2 March 2014

Sejenak ke Sushi Shinaro Bintaro

Lokasi : Jalan Taman Bintaro No. 1A, Bintaro Sektor 1 (Belakang Seven Eleven)
Harga : Mulai dari Rp10.000,00, Rata-rata pengeluaran: Rp50.000,00
Buka : Senin--Minggu, pkl 10.00--22.00

Sushi Shinaro
Trend makanan Jepang saat ini sedang booming di Indonesia. Booming makanan Jepang sendiri bisa dibilang dimulai dari awal tahun 2000an. Seiring dengan booming-nya makanan Jepang, maka gerai-gerai yang menjual makanan Jepang pun tumbuh dan semakin banyak. Setelah sebelumnya saya membahas salah satu gerai makanan yang menjual udon, pada kesempatan ini saya ingin kembali membahas sushi, yep sushi. Kalau yang sudah-sudah, sushi selalu identik dengan harga yang mahal dan kurang bersahabat dengan kantong mahasiswa (dan juga kantong pegawai baru yang masih magang), akan tetapi gerai sushi yang satu ini menawarkan harga yang lumayan miring namun dengan rasa yang bersaing. Bertempat di Jalan Taman Bintaro No. 1A, Bintaro Sektor I (belakang Seven Eleven, tidak jauh dari Bebek H. Slamet), gerai sushi ini bernama Sushi Shinaro Bintaro. Jika sekilas melintas dari jalan mungkin anda tidak menyangka kalau tempat ini menjual sushi, awalnya pun saya mengira ini tempat menjual panglong kayu, alright never mind. Terletak di pinggir jalan dan bersebelahan dengan Seven Eleven serta berhadapan dengan Super Indo, gerai sushi ini tidak menyediakan tempat parkir, jadi sebaiknya anda memarkirkan kendaraan anda di Seven Eleven atau Super Indo. Untuk gerai ini sendiri menyediakan tempat duduk lesehan dan duduk di kursi.

Tuesday, 25 February 2014

Mencoba Dua Bubur Legendaris Jakarta

Alkisah di suatu daerah Jakarta terdapat dua tempat yang menjual bubur ayam yang konon memiliki cita rasa yang melegenda. Yang satu bertempat di Cikini dan terkenal dengan nama  Bubur Cikini H. R. Sulaiman sementara yang satu lagi bertempat di Jalan Barito, Kebayoran Baru dan kemudian terkenal dengan nama Bubur Barito. Keduanya terletak di pinggir jalan utama dan sangat mudah ditemukan. Pada kesempatan ini, saya ingin memberikan review mengenai kedua tempat tersebut. Here We go.

1. Bubur Cikini H. R. Suleman
Lokasi : Jalan Cikini Raya, Menteng
Buka  : pkl 10.00--22.00
Bubur Ayam Cikini H.R. Suleman
Harga : Mulai dari Rp12.000

Sejujurnya ada ekspektasi berlebih ketika saya ke tempat ini. Ketika melewati Cikini, saya dan teman-teman saya menemukan dua tempat yang menjual bubur dan sama-sama ramai. Akhirnya kami putuskan untuk mencoba ke Bubur Cikini H.R. Suleman. Tanpa perlu menunggu lama, pesanan bubur ayam pun disajikan. Bubur ayam yang saya pesan adalah satu porsi dan disertai telur. Awalnya saya mengira telurnya telah digoreng dan dijadikan suwiran telur tapi ternyata tidak. Telur ayam kampung disajikan setengah matang dan diletakkan di atas bubur ayam. Tekstur buburnya sendiri cukup lembut, mudah dicerna namun tidak terlalu encer. Selain telur, tambahan lain untuk buburnya antara lain suwiran ayam, emping, dan cakue. Saya sempat memesan ampela dan telur puyuh, namun sang pelayan berkata bahwa side dish yang saya pesan sudah habis.  Mengenai rasa dari buburnya sendiri menurut saya standar alias biasa saja, nothing special.

Saturday, 15 February 2014

Mampir Sejenak ke Marugame Udon

Lokasi : Kota Kasablanka, Lower Ground, Unit # 11-12, Jl. Casablanca Raya Kav.88,Kuningan
Harga : Mulai dari Rp30.000,00--Rp50.000,00
Buka : Senin--Minggu, 10.00--22.00
Website : Facebook

Marugame Udon
Hari Sabtu kemarin ketika berada di Kota Kasablanka, terdapat salah satu gerai makanan yang menarik minat saya. Hal ini dikarenakan ketika saya lewat, gerai tersebut selalu ramai oleh pengunjung. Karena tertarik, saya pun memutuskan untuk mampir di gerai yang menjual makanan khas Jepang tersebut. Nama tempat tersebut adalah Marugame Udon. Udon merupakan makanan mie tebal yang terbuat dari tepung terigu dan biasa disajikan hangat dalam bentuk seperti sup (meski terdapat juga udon yang disajikan dingin). Jika merujuk pada nama tempat makanan tersebut, tampaknya tempat tersebut menjual Udon yang berasal dari Kota Marugame (sebuah kota di Jepang yang terletak di Perfektur Kagawa), yeah apapun itu restoran yang merupakan franchise dari Jepang ini memang menarik untuk di-review. Mengusung konsep open kitchen dan self service, pengunjung diberikan keleluasaan untuk melihat bagaimana cara Udon dimasak.